Jawaban singkat: tidak semua pertengkaran antarteman adalah bullying. Bullying biasanya melibatkan perilaku agresif yang tidak diinginkan, adanya ketimpangan kekuatan, dan terjadi berulang atau sangat mungkin terulang.
Masa SMP adalah masa ketika pertemanan dapat terasa sangat penting. Teman bisa menjadi tempat tertawa, belajar, bertukar cerita, dan merasa diterima. Namun, ada kalanya hubungan pertemanan berubah menjadi tekanan, pengucilan, atau perundungan.
Konflik biasa dan bullying itu berbeda
Dua teman bisa bertengkar karena sama-sama marah. Itu belum tentu bullying.
StopBullying.gov menjelaskan bahwa bullying melibatkan:
- perilaku agresif yang tidak diinginkan,
- ketimpangan kekuatan yang nyata atau dirasakan,
- pengulangan atau potensi kuat untuk terulang.
Kekuatan tidak selalu berarti lebih besar secara fisik. Popularitas, jumlah teman, akses terhadap informasi pribadi, atau kemampuan mempermalukan seseorang secara online juga dapat menjadi bentuk kekuatan.
Bentuk bullying tidak hanya memukul
Bullying dapat berbentuk:
Verbal: mengejek, memberi julukan yang merendahkan, mengancam.
Sosial: sengaja mengucilkan, menyebar rumor, mempermalukan seseorang di depan orang lain.
Fisik: mendorong, memukul, mengambil atau merusak barang.
Digital: mengirim pesan menghina, menyebarkan tangkapan layar pribadi, mempermalukan seseorang di grup, atau menggunakan akun untuk menyerang orang lain.
Pertemanan yang sehat tidak menuntut kita selalu menurut
Waspadai hubungan pertemanan jika seseorang terus-menerus:
- memaksa memberi kata sandi,
- meminta melakukan sesuatu yang membuat tidak nyaman,
- mengancam akan mengeluarkan dari kelompok,
- menjadikan rahasia pribadi sebagai alat tekanan,
- menertawakan batas yang kita buat,
- mengatakan “kalau kamu teman saya, kamu harus...”.
Teman boleh berbeda pendapat. Teman tidak berhak memaksa kita melakukan sesuatu yang berbahaya atau memalukan.
Apa yang bisa dilakukan jika mengalami bullying?
StopBullying.gov menyarankan beberapa langkah yang dapat dilakukan anak dan remaja, termasuk berbicara kepada orang dewasa yang dipercaya.
Jika situasinya aman, seseorang dapat mengatakan dengan tenang dan jelas agar perilaku tersebut berhenti. Namun, keselamatan lebih penting daripada “membuktikan keberanian”.
Jika ada ancaman fisik, pemerasan, pelecehan seksual, penyebaran konten pribadi, atau situasi yang membuat takut, jangan hadapi sendirian.
Bicaralah kepada:
- orang tua atau wali,
- wali kelas,
- guru yang dipercaya,
- konselor/BK bila tersedia,
- pimpinan sekolah sesuai mekanisme sekolah.
Jika bullying terjadi secara online
Jangan membalas dengan mempermalukan pelaku karena konflik dapat semakin besar.
Sebaliknya:
- simpan bukti yang relevan,
- blokir akun jika diperlukan,
- laporkan melalui fitur platform,
- beri tahu orang dewasa yang dipercaya,
- jangan menyebarkan ulang konten hanya untuk “membuktikan” kasus.
Kata sandi akun pribadi juga sebaiknya tidak dibagikan kepada teman.
Bagaimana kalau melihat teman lain dibully?
Menjadi saksi bukan berarti harus berkelahi dengan pelaku.
Tindakan yang lebih aman bisa berupa:
- tidak ikut tertawa atau menyebarkan konten,
- mengajak korban menjauh dari situasi,
- duduk atau berjalan bersama korban,
- menyampaikan kejadian kepada orang dewasa,
- menunjukkan bahwa korban tidak sendirian.
Untuk orang tua dan guru
Jangan langsung bertanya, “Kamu melakukan apa sampai mereka begitu?”
Pertanyaan seperti itu dapat terdengar seperti menyalahkan korban.
Lebih baik mulai dengan:
“Terima kasih sudah cerita.”
“Apakah kamu merasa aman sekarang?”
“Apa yang sudah terjadi?”
“Apa yang kamu butuhkan dari kami?”
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa bullying dapat berkaitan dengan masalah psikologis seperti kecemasan, gangguan tidur, rasa tidak aman, dan isolasi.
Kesimpulan
Pertemanan yang sehat memberikan ruang untuk berbeda pendapat tanpa ancaman atau penghinaan.
Jika sebuah perilaku melibatkan ketimpangan kekuatan dan berulang, jangan menganggapnya sekadar “bercanda”. Minta bantuan bukan tanda lemah. Justru itu langkah untuk menghentikan masalah sebelum menjadi lebih besar.